Sore ini kulihat tubuh kecil bersandar dibawah tiang lalu
lintas…
Dengan noda biru ditangan, badan yang tetap kecil dan bibir
yang kering…
Tetap dia lantunkan lagu kebahagian…lagu tentang mimpi…
Ya musiklah yang bisa membuat mereka tersenyum…
Uang receh? Bukan!! Bukan itu yang mereka cari…
Mereka bukan mengais uang receh tapi mereka mengais mimpi
yang tak jarang terbuang oleh mobil-mobil mewah itu…
Sesungguhnya kebahagiaan ada sekitar mereka bukan kita…
Karna kebahagiaan itu sesungguhnya adalah kepuasaan batin..
100 atau 500 rupiah memang tak berarti bagi kita tapi bagi
mereka? Itu sangat berarti dan memuaskan batin mereka…
Dan orang yang berbahagia itu orang yang mau menghargai hal
sekecil apapun…
100 atau 500 rupiah tak ada harganya bagi kita, tapi bagi
mereka? Itu sangat berharga…
Tuhan…
Tetesan dari mata ini memang tak bisa membuat mereka bahagia
Susunan kata ini memang tak berarti bagi mereka..
Tapi Ku lantunkan doa kepadamu agar susunan kata ini berarti
bagi kami, kami yang tidak menghargai uang receh…
Agar susunan kata ini dapat membuka pintu hati kami…
Agar kami tidak sungkan membantu mereka meraih mimpi bukan membantu
mereka mengumpulkan uang receh…
Kawan...
Didunia ini kau memang berada dijalan, kau memang kotor diluar...
Tapi ku yakin kesabaranmu akan membawa kau ke tempat terindah disisi-Nya
Kotor tubuhmu itu adalah tameng yang menjaga hatimu yang bersih..
Semangatlah menyanyikan lagu kebahagian.. Semangatlah menyanyikan lagu tentang mimpi...
Suaramu, Petikan gitarmu, Senyumanmu, kebahagiaan bagi kami, Cambuk bagi kami untuk membantu kalian meraih mimpi...